Tuesday, June 5, 2018

OPINI: Saya Belajar Dalam Kehidupan

Saya belajar:

Saya belajar, yang membuat hidup ini menarik adalah mewujudkan impian menjadi kenyataan.

Saya belajar bahwa dalam hidup, justru hal-hal sederhana bisa menjadi paling luar biasa.

Saya belajar bahwa sabar adalah kunci keberhasilan. Bahwa segala sesuatu tidak diperoleh karena instan dan keberuntungan tetapi melalui proses dan kerja keras.

Saya belajar bahwa memaafkan adalah cara kita untuk merendahkan hati karena Tuhan tahu kita menang dari ego diri.

Saya belajar bahwa saya tidak dapat membuat orang mencintai saya. Semua yang saya lakukan adalah menjadi orang yang penuh cinta, sisanya terserah kepada mereka.

Saya belajar seberapa besar saya peduli, kadang-kadang mereka juga tidak peduli kembali.

Saya belajar bahwa butuh waktu yang lama untuk membangun kepercayaan, tetapi dalam sekejap bisa saja kepercayaan itu dihancurkan. Kepercayaan tidak ternilai harganya.

Saya belajar bahwa sebaik-baiknya teman, tekadang mereka juga bisa menyakiti hati dan saya perlu memaafkan mereka.

Saya belajar bahwa dalam hidup bukan apa yang saya miliki yang diperhitungkan sebagai kekayaan jiwa tetapi seberapa banyak orang-orang yang hadir dalam hidup

Saya belajar bahwa permintaan maaf pasti ada alasan dibalik itu semua.

Saya belajar saat saya terkesan dengan sesuatu setelah 15 menit maka saya jauh lebih baik mengenalnya. Jangan suka menilai dari ‘sampul’ saja! Beri waktu untuk mengenalnya!

Saya belajar bahwa tidak seharusnya saya membandingkan diri saya dengan keberhasilan orang lain.

Saya belajar bahwa saat saya melakukan dan memutuskan secara instan, belum tentu hal itu berasal dari hati dan bisa karena emosi sesaat. Jadi pikirkan sebelum lakukan dan putuskan.

Saya belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun buat menjadi orang yang saya inginkan.

Saya belajar bahwa saya perlu menyelipkan kalimat sayang buat orang yang saya kasihi, karena bisa jadi itu adalah saat terakhir saya bersamanya.

Saya belajar bahwa saat saya menyerah, mungkin saya sudah mendekati tujuan saya. Menyerah bukan jalan terakhir buat saya.

Saya belajar bahwa saya harus bertanggungjawab terhadap apa yang saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan saya.

Saya belajar bahwa saya mengendalikan perilaku agar saya tidak dikendalikan oleh perilaku saya.

Saya belajar bahwa seberapa indah suatu hubungan di awal, suatu saat kasih sayang akan pudar. Jadi terimalah dan belajar memelihara cinta itu.

Saya belajar bahwa untuk menjadi ‘pahlawan’ maka saya harus menerima konsekuensinya.

Saya belajar bahwa uang bukanlah sumber kebahagiaan.

Saya belajar bahwa teman baik akan ada saat saya tidak sanggup melakukannya.

Saya belajar bahwa orang-orang yang menendang keluar, suatu saat adalah orang yang membuat saya kembali bangkit.

Saya belajar bahwa saya berhak untuk marah tetapi tidak berarti saya menjadi orang yang kejam dan bengis.

Saya belajar bahwa setiap orang boleh salah. Saya membenci kesalahannya tetapi bukan orang yang melakukan kesalahannya.

Monday, June 4, 2018

Trik Jadi Presenter Menarik

Anda merasa gugup saat presentasi? Hal itu adalah biasa dan wajar. Apalagi presentasi dilakukan di hadapan orang banyak atau biasa disebut di hadapan publik.
 
Sewaktu masih sekolah dulu, saya suka menggunting artikel-artikel bermanfaat dari koran lalu dikumpulkan jadi bundelan bermanfaat. Salah satunya, artikel tentang bagaimana melakukan presentasi yang menarik. Saya sudah browsing untuk mengetahui sumber aslinya dan memperjelas tulisan ini, sayangnya saya tidak menemukan.

(Sumber foto: Dokumen pribadi)
Trik ABCD sebagai berikut:
A. ATTENTION
Lima menit pertama ketika nama anda disebut untuk mempresentasikan sesuatu, apa yang terjadi pada audience atau pengamat yang menyaksikan anda maju menjadi focal person di hadapan mereka? Lima menit pertama begitu menentukan bagi anda untuk menarik perhatian mereka. Bila tidak, lima menit kedua, ketiga dan selanjutnya maka pengamat atau sasaran penerima informasi anda akan mulai memberi penilaian terhadap anda. Jadi curilah perhatian (attention) mereka dengan sesuatu yang menarik.
“Tahukah bapak/ibu bahwa DKI Jakarta yang kita huni ini adalah provinsi terbanyak dan tertinggi untuk kasus HIV&AIDS di Indonesia?” Itu adalah contoh bagaimana kalimat pembuka begitu bombastis untuk disampaikan. Apakah ada data yang menyebutkan demikian? Ada, hanya kalimat tersebut seolah-olah mengundang reaksi untuk bertanya dan ingin tahu.
Contoh kedua, saya siapkan satu gambar besar yang bisa dilihat semua. Ada lima orang dengan karakteristik fisik macam-macam, mulai dari gambar pelajar, karyawan berdasi, orang papua, ibu yang menyusui anaknya, perempuan berpakaian seksi dan mini. Gambar ini saya jadikan contoh, “Kira-kira bapak/ibu, manakah dari lima orang ini yang terinfeksi HIV&AIDS?” Lalu audience mulai menebak-nebak berpikir, aktif menjawab dan sebagainya. Apa yang saya lakukan adalah menarik perhatian mereka untuk tahu, peduli dan “bertahan” menyaksikan saya untuk presentasi. Kira-kira begitu maknanya.
 
B. BENEFIT 
Poin kedua ini ingin menunjukkan bahwa presentasi yang anda lakukan ini layak dan “menguntungkan” buat mereka yang duduk dan menyaksikan anda sebagai presenter. Trik ini paling jitu bagi anda yang berjualan produk atau anda yang melakukan persuasi agar mereka benar-benar mendengarkan presentasi anda dan bertindak.
Dalam pengalaman saya, saya akan sampaikan bahwa masih banyak informasi yang salah dan tidak tepat tentang HIV&AIDS yang berkembang di masyarakat sehingga saya perlu memberikan informasi yang benar. Atau misalnya, “Bapak/ibu, apakah anda tahu bagaimana memperoleh status seseorang yang sedang terinfeksi HIV atau tidak? Disini saya akan sampaikan bahwa bla bla bla…”
 
C. CREDENTIALS 
Sebagai presenter, sajikan data dan informasi dari sumber yang meyakinkan dan terpercaya. Bahwa anda layak untuk menyampaikan informasi yang benar dan tepat karena tidak semua orang paham tentang materi yang akan anda sampaikan. Anda layak menjadi presenter karena anda punya datanya, anda paham isu/topiknya, anda menguasai materi yang akan disampaikan, anda bekerja di bidang tersebut dan anda mampu menjawab permasalahan yang muncul dalam presentasi.
“Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tercatat kasus HIV&AIDS meningkat setiap tahunnya bla bla bla …”
Dalam hal ini, anda juga bisa memperkuat argumen anda dengan contoh kasus yang meyakinkan presentasi anda. Pastikan bahwa anda memang orang yang tepat untuk menyampaikan materi.
 
D. DELIVERABLES 
Presentasi yang baik juga didukung teknik penyampaiannnya,
 
1. Olah persiapan Latihan akan membuat anda menjadi sempurna. Sebelum tampil sebaiknya anda mempersiapkan materi dan bergaya layaknya presenter di depan cermin. Atau, minta bantuan orang lain untuk melakukan simulasi presentasi agar membantu anda untuk tidak gugup. Siapkan semua materi dan media visualisasi yang ingin disampaikan sebelum acara. Datanglah sebelum waktunya untuk mengatur situasi psikologis anda.
 
2. Olah media presentasi Siapkan media visualisasi dari materi anda. Siapkan slideshow yang menunjang poin-poin yang akan anda sampaikan. Jangan buat background setiap slide dengan warna yang mencolok dan dan menggangu konsentrasi. Jika sound background setiap slide mengganggu, sebaiknya tak usah dipakai. Media visualisasi juga tidak melulu dengan slide show, anda bisa padukan dengan film singkat di awal, misalnya. Atau gunakan media peraga yang bisa dikreasikan sendiri. Anda juga bisa melakukan simulasi sederhana, misalnya saya akan siapkan sirup merah dengan pipet kecil dan segelas air putih. Saya akan simulasikan penyebaran infeksi HIV dengan memasukkan satu tetes sirup merah yang kemudian akan mudah menyebar.
 
3. Olah vokal Jangan berbicara terlampau cepat sehingga tidak bisa dipahami materi yang anda sampaikan. Jangan pula terlalu lambat sehingga membosankan dan mengulur waktu. Latihlah pengucapan huruf dan kata sehingga jelas terdengar. Praktekkan sebelum anda tampil. Jangan pula berbicara terlampau tinggi sehingga memekakkan telinga atau tak enak didengar karena bisa jadi anda nanti menggunakan mic saat presentasi.
 
4. Olah pernafasan Atur nafas anda saat berbicara di depan publik. Jangan sampai anda kehabisan napas saat berbicara. Atau, orang lain sampai mendengarkan suara nafas anda. Latihan nafas sebelum tampil juga perlu.
 
Selamat mencoba