Sunday, June 10, 2018

Seberapapun Usia Anda, Hidup Anda Harus Tetap Bernilai


Menteng, Jakarta Pusat (Sumber Foto : Dokumen Pibadi)

Suatu saat saya pergi ke pasar barang antik yang menjual aneka barang yang sudah kuno, tua, usang dan istilahnya sekarang bukan barang kekinian lagi. Bagi anda penyuka dunia vintage, tentu sangat menikmati suasana dan setiap sudut pasar tersebut. Mereka bisa memperhatikan dengan detil bentuk, tahun pembuatan hingga fungsinya setiap barang yang telah usang.

Barang yang dijual seperti misalnya telpon rumah bermodelkan putar jari seperti yang biasa kita temukan dalam film era 1940-an, piringan hitam dengan lagu-lagu jadul, atau aneka bacaan/majalah terbitan lama, mata uang “jadul” koin dan kertas yang dikeluarkan edisi lama, dan lain sebagainya.

Iseng saya bertanya saat tertarik dengan suatu benda yang saya pikir sudah usang dan “rongsokan” itu. Wow!!! Ternyata harganya puluhan juta. Si pedagang beralasan mengapa barang berharga mahal. Rupanya barang itu langka, bahkan sangking langkanya hanya ada tiga di dunia. Entah si penjual berbohong atau tidak, setidaknya penjual keuhkeuh barang itu mahal. Saya bernegosiasi dengan penjual, siapa tahu saya beruntung memilikinya? Penjual tetap dengan tawaran yang tinggi. Dia berkata, “Barang ini layak punya jual tinggi meski kuno dan sedikit rusak. Saya yakin pecintanya berani bayar mahal.”

Saya percaya pada omongan si penjual, kelayakan suatu barang untuk dinilai lebih tinggi meski sudah usang, kuno dan tampaknya tak baru lagi.Anda membeli handphone berharga belasan juta, setahun kemudian harganya bisa jadi hanya kisaran 5-6 juta atau mungkin lebih rendah dari itu. Atau benda apa pun bisa jadi pada awalnya dianggap mahal, dihargai tinggi. Hingga suatu waktu perkembangan zaman barang berharga tersebut nilainya berkurang.

Masyarakat bisa menilai apa saja soal kesuksesan seseorang. Seorang yang berjaya di masanya, bisa jadi kini tak berati apa-apa. Seharusnya jika kita bernilai tentu tak terbatas pada waktu tertentu saja. Keberhasilan kita pada masa lalu sama sekali tidak mewakili diri kita di masa sekarang atau di masa depan.

Jika ingin mempertahankan keberhasilan hingga akhir hayat, kita harus terus mengembangkan kemampuan dan memperbaiki kekurangan di dalam diri kita, membangun kepribadian baru yang lebih baik dan membuang kebiasaan lama yang buruk. Ingat hidup kita begitu berharga!

Kita seyogyanya berusaha dan berjuang seumur hidup agar hidup terus dan tetap bernilai. Apa pun nilai masa lalu bergantung bagaimana kita menjadikannya lebih baik dan lebih berharga di masa sekarang dan masa depan.

Dari sekedar mengunjungi pasar antik saya langsung berpikir, seberapa pun usia anda, jangan pernah berhenti membuat hidup anda tetap bernilai!

No comments:

Post a Comment