Monday, March 12, 2018

Mata Adalah Jendela Hati


Pernah dengar lagu I can’t take my eyes of you, yang dinyanyikan Barry Manilow? Sebersit lagu tersebut menceritakan bagaimana seseorang yang sedang jatuh cinta tak mampu ‘memindahkan’ matanya dari orang yang dikasihinya. Mata memancarkan apa yang dirasakan pemiliknya. Pengalaman itu yang dituangkan oleh pencipta lagu I cant take my eyes of you, bahwa rasa cinta terhadap orang dikaguminya terpancar saat mata tertuju pada keindahan dan kekaguman orang yang dicintainya.

Saya pernah mencoba mengamati sepasang kekasih yang sedang duduk di sebuah restoran. Saya perhatikan kedua orang yang sedang dimabuk cinta ini. Sepertinya, dunia memang hanya menjadi miliki mereka saja. Melalui pengamatan saya, saya memperhatikan kedua pasang mata mereka saling bertumbuk jadi satu. Mata mereka yang sedang jatuh cinta jelas terpancar jelas memiliki makna, saat bertaut dalam cara memandang. 

Benar, mata memang mencermikan hati pemiliknya.

Ada informasi yang mengatakan pula, jika anda ingin menguji seseorang berbohong maka cukup menyelediki mata orang yang kita tanya tersebut. Ada apa dengan matanya? Menurut kebanyakan orang, bukan teori, mata orang saat berbohong akan terlihat berbeda bagi orang yang sudah mengenalinya. Biasanya, mereka yang berbohong tidak berani menatap lawan bicaranya secara tegas. Benar atau tidak, namun jika Pembohong Ulung, ia tetap saja berhasil membohongi siapa pun. Yang jelas, saat seseorang berbicara ketidakjujuran, mata yang terpancar tidak sungguh memperlihatkan kebenaran isi hati.

Mata adalah jendela hati yang bisa berbicara tentang rasa pemiliknya.

Pernah mengamati mimik muka pemain sinetron saat sedang beradegan? Jika seorang antogonis mampu beradegan benci dan jahat, maka mata si antagonis akan terlihat kebencian dan rasa yang dimilikinya. Atau, jika pemain sinetron sedang beradegan sinis dan penuh selidik terhadap si protagonis, maka mata si antogonis akan mudah ditebak oleh siapa pun yang menonton. Bahkan penonton pun akan mudah menebak apakah aktor/aktris ini seorang antagonis atau tidak, terpancar dari sorot mata terhadap aktor/aktris utama. Jelas, apa yang terpancar dari mata mampu berbicara banyak tentang apa yang dirasakan si pemiliknya.

Untuk memperlihatkan tentang mata adalah jendela hati, tentu pengalaman sederhana saat kita sedang jatuh cinta pada seseorang. Mata kita akan terus memandangi orang yang dikagumi dan mungkin akan tertunduk malu saat mata kita terpaut oleh matanya.

Seseorang yang sedih pun terlihat tidak hanya dari raut muka tetapi juga mata. Mata yang sedih, mata yang gembira, mata kebencian, mata penuh cinta adalah gambaran bahwa mata mampu mengungkapkan rasa si pemiliknya.

Mata yang indah adalah mata yang mampu berbicara tentang keindahan dari setiap pemandangan dan kebaikan dari setiap orang. Orang yang tak bisa melihat, mampu merasakan dunia dengan perasaannya. Jika kita yang bisa melihat mampu merasakan dunia dengan mata, alangkah baik jika mata pun dirawat dengan kebaikan bukan kebencian.

Mata yang terletak di depan menunjukkan bahwa kita harus terus melihat ke depan. Sesekali melihat ke belakang, kita perlu usaha untuk membalikkan kepala dan baru melihat. Tetapi, mata akan terus berada di depan.

Pelihara mata sebagaimana kita merawat hati. Keduanya terletak jauh namun satu koordinasi dan terpaut untuk menceritakan siapa diri kita. Untuk memasuki hati seseorang, pahamilah sorot matanya karena mata adalah jendela hati yang menawarkan pribadi seseorang.:)

No comments:

Post a Comment